Pages

Monday, 28 April 2014

Apa itu Ilmu Komputer?


"Computer Science is no more about computers than Astronomy is about telescopes." ~ Edsger W. Dijkstra


Apa itu Ilmu Komputer? Sering kita mendengar istilah Ilmu Komputer (atau Computer Science) dan Teknologi Informasi, tapi kalau dihadapkan dengan pertanyaan tadi banyak orang kesusahan memberikan jawaban yang tepat.

Nah, disini saya mencoba mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan apa itu Ilmu Komputer dan sekaligus menjabarkan beberapa hal yang terkait dengan Ilmu Komputer. Sebenarnya saya lebih suka menggunakan istilah Computer Science, tapi karena artikel ini berbahasa Indonesia ya sudah saya pakai istilah Ilmu Komputer.

Menurut definisi yang tertera pada website George Washington University (GWU), Ilmu Komputer adalah ilmu yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan dengan media sebuah komputer. Pada artikel tersebut juga ditekankan bahwa Ilmu Komputer bukan ilmu yang mempelajari penggunaan perangkat lunak; penulisan artikel di website; ataupun perancangan komputer menurut kriteria harga tertentu, namun lebih pada pembahasan prinsip pembangunan perangkat lunak; algoritma yang digunakan dalam sebuah game atau perangkat lunak lain; interaksi antara manusia dan komputer (baik perancangan maupun efeknya); teknologi dan arsitektur komputer; dan juga jaringan komputer.

Di halaman lain dari website GWU dijelaskan pula bahwa Ilmu Komputer membahas semua pondasi teoritis dari informasi dan komputasi, serta teknik praktis dalam usaha penerapan pondasi-pondasi tersebut. Dapat diambil kesimpulan bahwa Ilmu Komputer tidak hanya tentang teori-teori yang berkaitan dengan pemecahan masalah dengan komputer tetapi juga penerapan teori-teori tersebut.

Penjelasan lain yang senada dengan penjabaran diatas dapat dilihat di website Michigan Tech University. Penggunaan istilah "the science of problem solving" untuk menggambarkan Computer Science saya rasa sangat tepat, secara tujuan utamanya adalah perancangan dan pemanfaatan komputer untuk menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.

Ilmu Komputer sendiri berkaitan sangat erat dengan disiplin ilmu lain seperti matematika, teknik, linguistik, ilmu-ilmu alam, dan disiplin ilmu lainnya. Penerapan ilmunya juga sangat luas mulai dari bidang riset, komunikasi, analisis data, pengambilan keputusan, kesehatan, simulasi, navigasi, transportasi, dan masih banyak lagi. Salah satu contoh bidang yang berkembang setelah adanya penerapan Ilmu Komputer pada disiplin ilmu lain adalah Bioinformatika, yaitu ilmu untuk mengumpulkan dan menganalisis data biologis berupa kode-kode genetika.

Ilmu Komputer dibagi menjadi beberapa core area yang juga menjadi pedoman untuk spesialisasi (akan saya bahas pada artikel selanjutnya). Orang yang mempelajari dan mendalami Ilmu Komputer kemungkinan besar akan mengambil spesialisasi/fokus di bidang tertentu, jadi jangan heran kalau ada ahli Ilmu Komputer jago di suatu bidang tapi hanya sekedar tahu atau bahkan tidak paham sama sekali di bidang lainnya. 

Apabila anda menanyakan...

"Kamu kuliah di Ilmu Komputer kan? Bisa installin komputerku?"
"Bisa benerin laptopku?"
"Kamu bisa sambungin komputerku ke internet kan?"
"Bisa benerin mesin fotokopi yang rusak itu?"
"Komputer yang murah dan bagus apa ya?"
"Ah, masak anak Ilmu Komputer gak bisa benerin komputer."
"Bisa jungkir balik sambil salto?"

....pada seorang ahli di bidang Ilmu Komputer, berdoalah semoga dia tidak menatap kosong, melongo, mengerutkan dahi, memasang muka aneh, tersinggung, marah, atau berkelakuan ganjil setelahnya. Hehehe...

Nah, sekian pembahasan singkat tentang apa itu Ilmu Komputer, apabila ada pertanyaan atau ada ketidakjelasan silakan tinggalkan komentar. See you and have a nice code!

Tuesday, 11 February 2014

Plesiran Januari Part 2: Kuliner Pari Gogo

(Lanjutan dari seri Plesiran Januari Part 1...)

Setelah dari Embung Nglanggeran dan disambung mampir ke Masjid Al Ikhlas Wonosari untuk sholat Jumat, saya dan teman-teman langsung menuju warung lesehan Pari Gogo. Lesehan Pari Gogo terkenal dengan menu nasi merah dan masakan tradisional lainnya. Lokasi warung makan ini berada di Jalan Wonosari, Semanu, Gunung Kidul, tepat sebelum Jembatan Jirak kalau dari Jogja. Rutenya sama dengan rute menuju pantai gunung kidul, tapi pas di Jalan Wonosari yang biasanya belok kanan untuk menuju pantai itu tetep lurus saja sampe keliatan Jembatan Jirak. Nah, warung makannya tepat ada di kanan jalan sebelum jembatan tersebut.

Bentuk bangunannya sederhana, seperti warung makan pada umumnya yang tersambung dengan dapur masaknya. Tempat parkirnya juga sebenernya cuma area depan warung, tapi lumayan muat banyak mobil. Kalau pas liburan biasanya ramai pengunjung dan parkirannya penuh mobil. Tempat duduknya ada lesehan, lincak (ada yang tidak tahu lincak? Kursi dari bambu itu lho...), dan kursi panjang seperti kebanyakan warung makan tradisional lainnya. 

Hop Sek Mas, Hop Sek!

Tempat makannya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian kursi panjang yang ada di depan dan terbuka, lincak dan meja di dalam bangunan bertembokkan gedhek (dinding dari bambu), dan lesehan di dalam bangunan utamanya. Di dinding-dindingnya terpampang beberapa foto tokoh mulai dari Sulatan Hamengku Buwono X hingga mantan presiden Megawati yang sedang menyantap hidangan nasi merah. 

Begitu kami sampai di depan kasir yang seperti warung kelontong itu si Ibu penjual langsung menyuruh kami duduk dan hanya bertanya makannya untuk berapa orang. Kami duduk di bagian depan yang terbuka, karena pas itu ramai pembeli dan malas mencari spot maka ya cari tempat duduknya sedapatnya dan asal nyaman saja. Setelah duduk kami memesan minuman berupa tiga gelas es teh dan segelas teh panas (Eh, Nana kenapa pesen teh panas ya?). Sembari menunggu makanan tersaji, pengunjung dapat menikmati atmosfer pedesaan dan juga menikmati camilan khas daerah sana berupa...jeng-jeng...belalang goreng!

Menu Asal Jepret

Tidak menunggu lama, makanan pun dihidangkan. Ternyata memang sistemnya adalah prasmanan tapi per rombongan. Jadi ketika ada rombongan datang maka akan disediakan beberapa jenis masakan dan nanti yang dihitung adalah masakan yang dimakan. Menu yang disajikan berupa nasi merah, sayur sop cabe hijau (atau kalau dalam bahasa jawanya "jangan lombok ijo"), ayam goreng, wader goreng, empal, babat-iso goreng, sayuran hijau rebus, dan trancam. Soal rasa jangan ditanya dah, di sini masakan emang tipenya tradisional tapi buat saya yang sering makan masakan tradisional pun hidangan di sini rasanya spesial. Top maknyos! Oh iya es tehnya juga enak lho, easily one of the best ice tea I've ever tasted.

Setelah selesai bersantap kami masih bingung nanti cara hitung jumlah yang harus dibayar bagaimana, soalnya sistemnya prasmanan dan agak abstark. Tadinya sih karena keburu laper jadi pada asal comot-comot aja tanpa mikir; pokoknya apa yang diinginkan ya diambil, taruh piring masing-masing, trus dimakan. Alhasil yang disajikan hampir semuanya habis, hanya tersisa sayuran hijau (sedikit lupa sebenernya itu apa, kayaknya daun singkong) dan ayam goreng yang hanya diambil satu.

Grup Plesiran dan Meja Amburadul

Karena bingung kami langsung memanggil si Ibu penjual dan bilang "sampun Buk, niki pinten? (sudah Bu, ini berapa?)". Seketika si Ibu tersebut menatap meja yang amburadul selama beberapa saat, seolah-olah seperti kamera yang mengambil gambar kemudian memprosesnya menjadi data apa saja makanan yang kami makan. Setelah itu Ibu tersebut masuk kedalam warung dan beberapa saat kemudian keluar dengan membawa secarik kertas nota. Saya cuma berpikir dalam hati, "iki mau ki gek le ngitung piye?" Hahaha...

Nota diterima, tertera total sekitar 150 ribu rupiah untuk berlima. Kalau dirata-rata secara kasar per orangnya habis 30 ribu.  Karena saya sedang malas berhitung dan menganalisis nota, langsung saja itu dibayar tanpa memperhatikan notanya. Sebenarnya saya sudah berniat memotret notanya buat dokumentasi tapi pada akhirnya lupa juga. Walaupun untuk sekelas warung makan tradisional harganya relatif mahal, tapi warung makan ini memberikan kepuasan rasa yang sebanding. You have to try it, at least once.

Pari Gogo: Sah!

Setelah selesai makan kami berangkat menuju pantai Wedi Ombo, salah satu pantai eksotis yang masih sedikit pengunjungnya. Entah nanti kelanjutan cerita ini akan saya tulis atau tidak, yang jelas perjalanan masih jauh dan menyenangkan. Berkaca dari film The Dark Knight trilogi yang film keduanya lebih bagus dari pada The Dark Knight Rises yang menjadi penutup trilogi jadi mungkin seri ketiga tidak akan saya tulis, toh sudah banyak yang bikin tulisan tentang kunjungannya ke pantai-pantai daerah Gunung Kidul. OK, sebagai penutup berikut data dari Warung Makan Lesehan Pari Gogo. Pari Gogo? Go! Go! Go!

Lesehan Pari Gogo
Menu: Nasi merah, sayur sop cabe hijau, empal, belalang goreng, dan masakan tradisional lainnya
Alamat: Jl Wonosari - Semanu, Gunug Kidul
Jam Buka: Setiap hari, 10.00 - 16.00.
Koordinat GPS: S7°59'50.1" E110°39'1.9"


My Rate: 4/5

Monday, 3 February 2014

Plesiran Januari Part 1: Embung Nglanggeran

Prelude
Sudah pernah ke Gunung Api Purba Nglanggeran? Penghuni D.I.Y dan sekitranya yang gemar bertamasya pasti sudah pernah ke sana. Objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran adalah objek wisata alam baru yang mulai terkenal mengikuti jejak kesuksesan Goa Pindul. Objek wisata ini terbagi menjadi dua tempat yaitu puncak pegunungan purba dan embung. Lokasi embung dan puncak tersebut relatif berdekatan, namun untuk mencapai puncak harus berjalan kaki naik dulu. Buat yang belum tahu, embung adalah sebuah kolam yang dibuat dengan cara menggali tanah kemudian memadatkan atau melapisi permukaannya sehingga air yang ada diembung tidak meresap ke tanah. Biasanya embung digunakan sebagai media yang bertujuan untuk pemanfaatan sumberdaya air hujan. 

Penampakan Gunung Api Purba Nglanggeran 

Pada 31 Januari 2014 bertepatan dengan liburan hari imlek, saya berkesempatan mengunjungi objek wisata Nglanggeran. Sayangnya pada kesempatan itu saya dan teman-teman hanya mengunjungi embung tanpa naik sampai ke puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Masalahnya ada teman saya yang tidak mau naik, haduh sungguh kecewa saya dibuatnya. Katanya sih perlu sekitar 40 menit jalan kaki untuk bisa sampai ke puncak gunung api purba. Ya mau bagaimana lagi, terpaksa naik pegunungan purba saya re-schedule dan kali ini cuma mengunjungi embung. Pokoknya sudah bertekad bulat: Februari ini harus naik! 

Rute Menuju Lokasi
Kalau dari Jogja sih rutenya gampang saja, tinggal menelusuri jalan Wonosari melewati Piyungan, menempuh jalan naik seperti kalau mau ke Wonosari, lalu belok ke kiri pas pertigaan Polsek Patuk atau GCD FM. Kalau bingung pas di jalan Wonosari cari petunjuk jalan yang mengisyaratkan belok kiri ke Desa Ngoro-oro. Setelah belok kiri nanti terus aja menyusuri jalan aspal, ketika landscape udah berupa pemandangan hamparan hijau dan anda dapat melihat banyak tower relay stasiun televisi maka dapat dipastikan anda berada di jalan yang benar. Perjalanan dapat ditempuh kira-kira satu jam dari pusat kota Jogja. Katanya sih kalau mau via kendaraan umum bisa naik bus arah Wonosari, turun di Patuk, trus ngojek ke lokasi objek wisata; tapi saya sendiri belum pernah coba.

Pemandangannya Cihuy!

Retribusi dan Parkir
Sesampainya di tempat tujuan, ada pungutan retribusi biaya masuk dan asuransi sebesar Rp3.000 per orang dan biaya parkir Rp 5.000 untuk mobil sedangkan motor Rp 2.000. Setelah melewati retribusi akan tampak parkiran untuk menuju puncak gunung api purba, namun jika ingin ke embung maka dari parkiran itu terus saja nanti akan ada parkiran tersendiri setelahnya. Lapangan parkir cukup luas untuk menampung banyak mobil dan motor.

Pemandangan Dari Tempat Parkir.

Panorama
Di parkiran embung akan terlihat pemandangan yang menakjubkan, 360 derajat pemandangan hijau, bukit, bebatuan, dan tentu saja Pegunungan Purba Nglanggeran. Untuk sampai ke embung dari parkiran cukup jalan kaki sebentar trus naik tangga, tapi naiknya tidak begitu tinggi kok. Setelah naik kita dapat melihat embung yang berada di tengah dataran tinggi. Memang jika ingin menikmati objek wisata ini secara maksimal, datangnya pas menjelang matahari terbit atau matahari tenggelam. Kalaupun datangnya siang biar tidak kepanasan ya bawa payung atau cari waktu ketika langit mendung menjelang hujan, dijamin adem dan berkabut asyik. Pastinya sih banyak spot bagus buat foto-foto dan pemandangannya top!

Embung Nglanggeran

Di sekitar embung banyak ditanam pohon buah. Rencananya memang di daerah itu akan menjadi kebun buah rakyat. Rencananya? Iya, masih rencana. Pada saat kunjungan saya kebun ini masih belum siap, baru saja ditanam dan belum ada yang bisa dipanen. Jadi kalo mau memetik buahnya ya masih menunggu paling tidak setahun dua tahun lagi, soalnya sedang dalam proses penanaman dan bahkan ada pula yang masih dipersiapkan lahannya. Bakalan lebih asyik pastinya kalau bisa menikmati pemandangan yang luar biasa itu sambil makan buah yang baru saja dipetik. Oh iya, di sebelah embung agak ke atas ada spot buat camping dan out bond loh, bisa panjat-panjatan juga di sana.

Into The Wild

Sekitar jam sebelas kurang lima belas menit, kami meninggalkan objek wisata dengan tujuan mencari masjid untuk sholat Jumat. Ketika masuk mobil sebenarnya masih dibahas apakah nanti setelah sholat Jumat mau naik ke gunung api purba (masih pengen naik!) atau pergi ke tempat lain, dan hasilnya diputuskan sehabis sholat Jumat makan di warung kuliner nasi merah terkenal Pari Gogo kemudian ke Pantai Wedi Ombo. Bagaimana rasanya nasi merah Pari Gogo yang terkenal itu? Tunggu postingan saya berikutnya!



To be continued...



Tuesday, 31 December 2013

End Year Notes

So, new year is a-comin'. People usually make new year resolutions, projections, wishes, or something like that; for example: exercise at least three times a week, eat more healthy foods, do more work, less whining and complaining, etc, etc. Most of it don't last long though, because people tend to break a new planned habit. Look at this interesting infographic below, taken from The University of Scranton: Journal of Clinical Psychology:


Recently I've been studying about replacing an old habit and creating a new one. It's so interesting and I wanna write about it, but I myself still couldn't implement it. Yeah that's the thing, I'm more of a theoretical than a practical guy. So, instead of writing about resolution, habit, and stuff like that (maybe I'll write about those topics later), I wanna write about random things that I know so far, up until the end of 2013. Not so random really, more like a mash up of things that come to my mind. Anyway, here I go:

1. Everyone should learn to write
It's important to learn how to write and to be a good writer. Back in high school, whenever I got a writing assignment I always had a problem about what to write. I knew that it would be a problem later on, but I didn't know what kind of problem would emerge from being unable to write...until recently. Most of the time, writing is about communicating an idea. It is just as important as speaking. If you can't write, you can't share your ideas and that means your ideas will become worthless. Scary isn't it?

2. Control your emotion
It's not cool to lose your cool. You have to control your emotions and never let emotions control you. Being able to control your emotion doesn't mean you have to 'bury' all your emotions, you just have to know what is the motive behind your emotions and when is the right time to express it (or don't express it at all if it's destructive). You also have to be able to alter and control your mood. People tend to lose control and could not think clearly when they let emotions control them. Don't let that happen to you. Know yourself better, take control.

3. Always do your best
Whenever you do something, make sure you do it 100%. If you can't do it with your 100%, don't do it, but if you have to do it anyway you have to give your best. Also, you have to enjoy what you do, even if you hate it. If you do things that way, it's more likely for you to succeed and less likely for you to regret the things you do.

4. Value your time
Yes, value your time. Don't waste your time gossiping, idling on the internet, and doing other stuff like that. Do useful things, learn new things, go travelling somewhere new, see the world through a different perspective, and do what you have to ASAP. Do you know what's my biggest enemy this time around? Procrastination. This bad habit screwed my life over and over in the past five years. I missed my opportunities and chances, and hate myself whenever I procrastinate. I learned this the hard way, so trust me: value your time, don't be late (it's better to be early than late), and don't procrastinate. You've been warned!

5. Focus
Have you seen Fight Club? That's one of my favorite film. There's this quote from the film: "No fear, no distractions, the ability to let that which doesn't matter truly slide." Yes, that's quite simple but a powerful concept. We have to live our life to the fullest: don't be afraid, don't be distracted, pursue your dream. Go!

6. Stay Positive
Cliche? Yep, but it really is a good advice. A fundamental principle to live your life. Positive mental attitude is what you need if you want to succeed. You can read about it in almost every self-help book, and one of the most notable book about positive thinking and positive being is The Secret by Rhonda Byrne. My advice: be careful about what you think, because your thoughts run your life and there's a high probability that your thoughts will come true. Think positive!

7. Keep Your Problem to Yourself
This funny yet true quote is all I need to explain this point: 'Never tell your problems to anyone, 20% don't care and the other 80% are glad you have them.Well, that may not be 100% true but yes, you should stop your rant, be it offline or online via Twitter, Facebook, and other social media. Keep your problems to yourself, those who really care will know eventually and help you wholeheartedly.

So, that's it. This is an epilogue to 2013. If you think it's too late for you to do something to make your life better, it is not. Even if it is, it's OK, just do it. It's better late than never anyway. It's too soon to give up, so wake up and go catch your dream. Fight! See you next year!

Thursday, 12 December 2013

Manfaatkan Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sabda Rasulullah tentang memanfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Saya yakin sebagian besar umat Islam sudah pernah mendengar sabda Rasulullah ini, dan saya berpendapat bahwa nasehat Rasulullah yang satu ini harus kita camkan serta kita renungkan baik-baik. Dari Ibnu 'Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ


Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara:
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.

(HR. Al Haki, dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami' Ash Shogir)


Berikut pembahasan lima poin yang telah disebutkan di atas: 

Poin pertama adalah memanfaatkan waktu muda sebelum waktu tua. Jelas kita tahu bahwa ketika muda manusia mempunyai daya dan tenaga yang lebih, terutama secara fisik. Seseorang yang masih muda lebih mudah mempelajari sesuatu dari awal mula tidak bisa hingga menjadi bisa. Jika dilihat dari kondisi fisik, seorang pemuda secara umum lebih kuat dari pada orang yang sudah tua. Berdasarkan fakta inilah Rasulullah berpesan agar kita melakukan kegiatan yang bermanfaat selagi masih muda dan kuat untuk melakukannya, sehingga ketika nanti masa tua datang kita tidak menyesali akan apa yang tidak kita lakukan.

Poin kedua mirip dengan poin pertama, namun menyangkut kondisi kesehatan. Kita harus terus bersyukur atas kondisi fisik yang kita punyai, salah satu caranya adalah dengan menggunakan fisik kita seoptimal mungkin. Lakukanlah apa yang bisa dilakukan. Amalan apapun asal bermanfaat maka lakukanlah. Jangan sampai sakit menghampiri dan kita menyesali apa yang tidak kita lakukan ketika sehat. Selain menggunakan fisik seoptimal mungkin tidak lupa juga kita berkewajiban menjaga kondisi fisik agar tetap sehat, sebagai contohnya adalah berolah raga, mengkonsumsi makanan yang sehat, dan menghindari makanan dan minuman yang merusak tubuh (alkohol, rokok, dll). Hargailah kesehatan, hargailah kondisi fisik dengan melakukan amalan-amalan bermanfaat terutama yang dapat dilakukan ketika dalam kondisi sehat.

Poin ketiga adalah memanfaatkan kekayaan yang kita punyai sebelum kita kehilangan kekayaan tersebut. Ini bukan bermaksud kita harus kaya raya dulu baru dapat menggunakan kekayaan untuk tujuan bermanfaat, namun apapun yang ada atau kita miliki maka manfaatkanlah untuk jalan kebaikan. Batasan kaya menurut saya bukanlah didapat dengan membandingkan kekayaan seseorang dengan kondisi masyarakat sekitar, namun apabila kebutuhan dasar seseorang telah dapat terpenuhi dan masih didapatkan kelebihan maka itulah yang disebut kaya. Terlepas dari kaya atau tidak, sudah banyak contoh orang yang sukses karena menggunakan harta kekayaannya di jalan kebaikan, bahkan tidak sedikit orang yang masih dianggap miskin mau menyedekahkan hartanya demi orang lain dengan ikhlas. Masak kita yang lebih beruntung ini kalah?

Poin keempat berkaitan erat dengan waktu. Inti dari poin keempat ini sederhana saja yaitu manfaatkanlah waktu yang ada sebelum waktu itu hilang. Jangan biarkan ada waktu kosong. Jangan biarkan diri kita menganggur atau menyia-nyiakan waktu dengan melakukan hal yang tidak berguna. Jangan bermalas-malasan. Waktu untuk berstirahat, bersantai, bermain, dan aktifitas sejenis tetap dibutuhkan, namun porsinya tidak boleh berlebih. Jangan sampai waktu berlalu dengan sia-sia, karena waktu yang telah berlalu dan hilang tidak dapat kita peroleh kembali; tidak dapat diulang kembali.

Poin kelima sudah sangat jelas sekali, manfaatkanlah hidupmu sebelum datang ajalmu. Karena kita tidak mengetahui kapan ajal kita datang, maka jangan sekali-sekali menyia-nyiakan hidup. Do what you have to do, do what you need to do. Jangan sekali-kali (membiasakan) menunda sebuah kewajiban, apapun itu. Ingatlah bahwa akan ada "kehidupan" setelah kematian, dan kita semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan di dunia ini. Manfaatkan hidupmu untuk tujuan yang baik, dunia dan akhirat. Do what needs to be done.

Dari lima poin diatas semuanya mengandung satu pesan yang sama, yaitu jangan menyia-nyiakan apa yang ada. Jangan sampai kita menyesali apa yang telah hilang. Saya sering mengaitkan isi hadits di atas dengan ungkapan dari barat yang cukup terkenal, yaitu seize the day (carpe diem)Intinya hampir sama, yaitu memanfaatkan apa yang ada atau dipunyai sebelum apa yang ada tersebut tidak kita miliki lagi. Ungkapan seize the day konteksnya pada hitungan hari, yaitu hari yang sama tidak akan berulang. Hari Senin mungkin terjadi lima kali dalam sebulan, namun lima Senin tersebut adalah lima Senin yang berbeda. Senin yang pertama berbeda dengan Senin yang kedua, Senin kedua beda dengan Senin yang ketiga, dan seterusnya. Begitu juga dengan hari-hari yang lainnya. 

Secara manusia itu mengarungi waktu secara linear, maka ketika suatu hari telah lewat kita tidak dapat mengulanginya lagi. Kesempatan menjalani satu hari (24 jam) hanya sekali; maka manfaatkanlah sebaik mungkin. Hidup kita ini hanya sekali, maka manfaatkanlah sebaik mungkin.

Monday, 25 November 2013

The Heart and The Brain

The heart wants what the heart wants and sometimes when the heart doesn’t get what the heart wants the brain blue-screens.

Tuesday, 22 October 2013

Sunset Limited: A Limited Review

What would happen if two men, one is an atheist-nihilist kind of guy and the other is a true believer, sit in a room and have a deep conversation about life and belief? That’s what this film called Sunset Limited all about.

From the beginning until the end of the film, these two men never call each other by real name. In the end credit though, one is referred as Black and the other is referred as White. Tommy Lee Jones played White, a professor who doesn’t believe in religion, peace, and such thing. The other man, Black, played by Samuel L. Jackson.



This may contain (a little bit) spoiler:

At first we don’t know why or how these people met each other, but as the conversation progress we get to know their characters and stories. While White’s trying to commit suicide by jumping in front of a train (the Sunset Limited), Black was there and stopped White from killing himself. The two of them then went to Black’s apartment, sit there, and then the conversation begins.

The acting is without a doubt magnificent. The plot and the ending is somehow “incomplete”, and the dialogue is heartwarming. Yes, it will warm your heart until it burns. This film is definitely not for everyone, but if you enjoy films like12 Angry Men or The Man From Earth, you should give this film a shot.

Oh, one more fun fact: the director of this film is Tommy Lee Jones himself.


Rate: 3.5 / 5