Pages

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, 7 January 2016

KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG ISLAMI

Oleh: Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah

Saudaraku...

Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan Anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan.

Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan Anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisi kita selama ini.


  1. Apakah Anda selalu shalat Subuh berjama’ah di masjid setiap hari?
  2. Apakah Anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid?
  3. Apakah Anda hari ini membaca Al-Qur’an?
  4. Apakah Anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?
  5. Apakah Anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?
  6. Apakah Anda (hari ini) khusyu dalam shalat, menghayati apa yang Anda baca?
  7. Apakah Anda (hari ini) mengingat mati dan kubur?
  8. Apakah Anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?
  9. Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan Anda ke dalam Surga ? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata:”Wahai Allah Subhanahu wa Ta’ala masukkanlah ia ke dalam Surga”.
  10. Apakah Anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata: ”Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka”. (Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: ”Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata: ”Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata: ”Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka”. [1]
  11. Apakah Anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?
  12. Apakah Anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?
  13. Apakah Anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?
  14. Apakah Anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?
  15. Apakah Anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari?
  16. Apakah Anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat )?
  17. Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan benar untuk mati Syahid? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda ”Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur”. [2]
  18. Apakah Anda telah berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Ia menetapkan hati Anda atas agama-Nya?
  19. Apakah Anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di waktu-waktu yang mustajab?
  20. Apakah Anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama? [3]
  21. Apakah Anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena setiap mendo’akan mereka Anda akan mendapat kebajikan pula.
  22. Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam?
  23. Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?
  24. Apakah Anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya?
  25. Apakah Anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala saja?
  26. Apakah Anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri?
  27. Apakah Anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala?
  28. Apakah Anda telah menda’wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri Anda?
  29. Apakah Anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?
  30. Apakah Anda mengucapkan “إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun” jika mendapatkan musibah?
  31. Apakah Anda hari ini mengucapkan do’a ini:
    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ
    "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui”. [4] Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. 
  32. Apakah Anda berbuat baik kepada tetangga?
  33. Apakah Anda telah membersihkan hati dari sombong, riya', hasad, dan dengki?
  34. Apakah Anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir, dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya? 
  35. Apakah Anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian?
  36. Apakah Anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan ?

Saudaraku…
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysaa Allah.

[Risalah ini dinukilkan dari buku saku Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah, Penerjemah Fariq Gasim Anuz]

______________
[1]. Hadits Riwayat Tirmidzi dishahihkan Syaikh Al Albani dalam shahih Al Jami’ no. 911
[2]. Hadits Riwayat Muslim 3532, Abu Daud 1299, al-Tirmizi 1577, al-Nasa'i 3111; Ibn Majah 2787 al-Darimi 2300 
[3]. Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent
[4]. Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625

Friday, 6 March 2015

Sepuluh Sifat (Calon) Suami Idaman?


Suatu malam ketika saya sedang berbincang dan bertukar pesan via Whatsapp dengan seorang teman istimewa (teman istimewa? hmmm...), tiba-tiba teman saya tersebut mengirim pesan berikut:

Sepuluh Sifat Calon Suami Yang Baik. Jika anda seorang wanita, carilah lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut. Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut:
  1. Akhlaknya baik, ia itu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Tutur kata juga mesti sopan, melambangkan pribadi dan hatinya yang mulia.
  2. Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjamaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga senantiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan.
  3. Tegas mempertahankan martabatnya. Tidak berkunjung ketempat-tempat yang bisa menjatuhkan kredibilitasnya.
  4. Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kekuasaan dan kedudukan.
  5. Tidak boros, tetapi tidak pelit. Membelanjakan uang dengan bijaksana.
  6. Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.
  7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
  8. Mempunyai rekan pergaulan yang baik. Rekan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
  9. Bertanggung jawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu-bapaknya.
  10. Wajah yang tenang.
Setelah saya baca dengan cermat, ternyata yang tertera sebagai sifat-sifat calon suami yang baik di atas sangat mirip dengan sifat seorang laki-laki yang baik. Wajar saja sih, karena yang namanya suami kan pasti laki-laki. Poinnya adalah: jika ingin menjadi suami yang baik jadilah laki-laki yang baik, karena laki-laki yang baik bisa mengurus diri dan keluarganya dengan baik dan benar. Apakah mungkin seorang laki-laki yang tidak baik menjadi seorang suami yang baik? Tidak kan? Nah, buat yang sedang mempersiapkan diri untuk berkeluarga (seperti saya ini), mari mulai memperbaiki diri agar menjadi laki-laki yang baik. Jangan sampai nanti ketika berkeluarga masih bersifat seperti anak-anak, tidak tahu tanggung jawab, suka ngomongin kejelekan istri dan keluarga ke orang lain, tidak paham masalah agama, matanya jelalatan, dan bahkan lebih parahnya suka godain perempuan lain. Naudzubillah... (Kalo godainnya istri sendiri mah gapapa :D)
Buat yang sudah berkeluarga silakan terus dan terus memantaskan diri. Tidak ada kata terlambat dan tidak ada yang sempurna, jadi silakan terus berusaha memperbaiki diri. Kalau memang selama ini kelakuannya belum bener ya segeralah bertobat sebelum terlambat. Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan istri, dan jadilah pribadi yang bernilai tinggi.
Tulisan ini adalah himbauan sekaligus pengingat bagi diri saya sendiri di masa mendatang. Terima kasih buat yang telah menulis sepuluh sifat suami tersebut di atas, siapapun itu. Spesial terima kasih buat yang telah mengirimkannya ke Whatsapp saya. Sekian, semoga bermanfaat. :)

Tuesday, 16 September 2014

Bacaan Dzikir Setelah Shalat

Siapa yang setelah shalat fardhu sukanya langsung nggeblas bin njranthal alias langsung bubar beranjak meninggalkan tempat shalat, hayo? Padahal kita sebenarnya disunnahkan untuk berdzikir setelah selesai shalat fardhu lho. 

Nah, karena telah disunnahkan untuk berdzikir dan berdoa setelah shalat, maka ada baiknya setelah shalat fardhu sebisa mungkin kita sempatkan untuk menjalankan sunnah tersebut. Boleh kita meninggalkan sunnah apabila terpaksa, karena yang namanya tidak menjalankan sunnah memang tidak berdosa akan tetapi kita rugi karena telah melewatkan pahala yang sebenarnya bisa kita dapatkan (dengan relatif mudah).

Berikut bacaan dzikir yang dapat dibaca setelah shalat fardhu:

(3x) أَسْتَغْفِرُ اللهَ
“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x)


اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

Bacaan dzikir di atas sesuai dengan tuntunan dalam HR. Muslim 1/414, no. 591: "Jika selesai shalat, Rasulullah SAW beristighfar tiga kali dan membaca Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom."


Setelah itu bisa dilanjutkan dengan membaca:

(33x)سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar" (33x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

"Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Bacaan dzikir di atas sesuai dengan HR. Muslim 1/418, no. 597: "Siapa yang setelah shalat bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, bertakbir sebanyak 33x maka itulah bilangan sembilan puluh sembilan, lalu sebagai penyempurna keseratusnya membaca: Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan ."

Ada pula redaksi yaitu HR. Muslim no. 596 yang membagi pembacaan tasbih, tahmid, dan takbir secara terpisah-pisah dan menggenapkan takbir menjadi tiga puluh empat kali hingga jumlah totalnya menjadi seratus bacaan:
 (33x)  سُبْحَانَ اللهِ
"Maha Suci Allah" (33x)
 (33x) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
"Segala puji bagi Allah"(33x)
 (34x)وَاللهُ أَكْبَرُ
"Allah Maha Besar" (34x)

Ka'ab bin Ajirah, ra, dari Rasulullah SAW beliau bersabda, "Tasbih yang terletak setelah shalat dan tidak akan mengecewakan orang yang membacanya atau melakukannya, (dibaca) setelah selesai shalat fardhu; 33x tasbih, 33x tahmid, 34x takbir."

Setelah selesai berdzikir dapat dilanjutkan dengan berdoa sesuai keinginan, jangan lupa juga doa-doa yang penting seperti mendoakan kedua orang tua dan kebaikan dunia akhirat. Untuk macam-macam dzikir lain bisa dilihat di situs ini. Cukup mudah diamalkan kan? Semoga bermanfaat dan tetap semangat!


Sumber dan referensi: 
- Petunjuk Lengkap Tentang Shalat - Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahtani (terj: Abdullah Haidir)