Suatu malam ketika saya sedang berbincang dan bertukar pesan via Whatsapp dengan seorang teman istimewa (teman istimewa? hmmm...), tiba-tiba teman saya tersebut mengirim pesan berikut:
Sepuluh Sifat Calon Suami Yang Baik. Jika anda seorang wanita, carilah lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut. Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut:
Akhlaknya baik, ia itu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Tutur kata juga mesti sopan, melambangkan pribadi dan hatinya yang mulia.
Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjamaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga senantiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan.
Tegas mempertahankan martabatnya. Tidak berkunjung ketempat-tempat yang bisa menjatuhkan kredibilitasnya.
Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kekuasaan dan kedudukan.
Tidak boros, tetapi tidak pelit. Membelanjakan uang dengan bijaksana.
Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.
Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
Mempunyai rekan pergaulan yang baik. Rekan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
Bertanggung jawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu-bapaknya.
Wajah yang tenang.
Setelah saya baca dengan cermat, ternyata yang tertera sebagai sifat-sifat calon suami yang baik di atas sangat mirip dengan sifat seorang laki-laki yang baik. Wajar saja sih, karena yang namanya suami kan pasti laki-laki. Poinnya adalah: jika ingin menjadi suami yang baik jadilah laki-laki yang baik, karena laki-laki yang baik bisa mengurus diri dan keluarganya dengan baik dan benar.
Apakah mungkin seorang laki-laki yang tidak baik menjadi seorang suami yang baik? Tidak kan?
Nah, buat yang sedang mempersiapkan diri untuk berkeluarga (seperti saya ini), mari mulai memperbaiki diri agar menjadi laki-laki yang baik. Jangan sampai nanti ketika berkeluarga masih bersifat seperti anak-anak, tidak tahu tanggung jawab, suka ngomongin kejelekan istri dan keluarga ke orang lain, tidak paham masalah agama, matanya jelalatan, dan bahkan lebih parahnya suka godain perempuan lain. Naudzubillah... (Kalo godainnya istri sendiri mah gapapa :D) Buat yang sudah berkeluarga silakan terus dan terus memantaskan diri. Tidak ada kata terlambat dan tidak ada yang sempurna, jadi silakan terus berusaha memperbaiki diri. Kalau memang selama ini kelakuannya belum bener ya segeralah bertobat sebelum terlambat. Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan istri, dan jadilah pribadi yang bernilai tinggi. Tulisan ini adalah himbauan sekaligus pengingat bagi diri saya sendiri di masa mendatang. Terima kasih buat yang telah menulis sepuluh sifat suami tersebut di atas, siapapun itu. Spesial terima kasih buat yang telah mengirimkannya ke Whatsapp saya.
Sekian, semoga bermanfaat. :)
Pernah dengar istilah Pranata Komputer? Kalau pernah lihat lowongan kerja CPNS atau memang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemungkinan besar sih sudah pernah dengar atau baca istilah Pranata Komputer. Sebenarnya apa itu Pranata Komputer? Nah, buat yang ingin tahu apa itu Pranata Komputer silakan simak kutipan berikut:
"Pranata Komputer adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang, tanggung jawab, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan sistem informasi berbasis komputer."
Kutipan diatas saya diambil dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 66/KEP/M.PAN/7/2003 yang menjelaskan tentang jabatan fungsional Pranata Komputer dan angka kreditnya. Di keputusan tersebut dijelaskan tentang lingkup kerja Pranata Komputer, kedudukannya, aturan kenaikan jabatan, ketentuan peralihan, dan lain-lainnya secara lengkap dan jelas. Buat yang ingin mengetahui lebih lanjut silakan unduh saja file pdf-nya melalui link di bawah ini, semoga bermanfaat! :)
NB: Bukannya saya malas menjelaskan, tapi memang lebih baik yang ingin tahu baca sendiri Keputusan Menteri yang terdiri dari poin-poin dan pasal-pasal tersebut. Sudah lengkap bin jelas kok. Kalau ada pertanyaan silakan tulis saja di kolom komentar, nanti saya coba (bantu) menjawabnya.
Headphone baru! Setelah sekian lama menggunakan produk Sennheiser (PX-100 sama HD 201), akhirnya nyobain merk lainnya yang juga dari Jerman: Beyerdynamic.
Beyerdynamics DTX 501 p + Case
Ceritanya kemarin entah kenapa timbul keinginan main ke Jaben sekedar buat liat-liat headphone. Sebenernya emang udah ada niatan beli sih, mengingat headphone di rumah yang "sehat" tinggal Senn's HD 201 pemberian sepupu yang relatif gede dan susah dibawa ke mana-mana sedangkan Senn's PX-100 ku bagian kanan udah mati. Jadi pertimbangannya adalah beli earphone atau headphone yang mudah dibawa-bawa kalo lagi bepergian.
Nah di sana saya nyobain tiga buah headphone yang recommended, yaitu AKG K420, Beyerdynamics DTX 501 p, dan JVC entah lupa serinya apa. Dari ketiga headphone itu AKG sama Beyerdynamics yang kualitasnya menurut saya bagus. Susah juga memutuskan mau beli yang mana, soalnya dua headphone itu bagaikan dua buah headphone yang bertolak belakang dan saling melengkapi plus minus-nya.
Beyerdynamic DTX 501 p tipenya close sedangkan AKG K420 open. Close berarti suara luar tidak masuk ke dalam dan begitu juga sebaliknya, sedangkan kalau open suara dari luar bisa tetap terdengar dan begitu juga suara dari headphone bisa terdengar ke luar terutama pas sepi atau di dalam ruangan. Tipe open dan close berimbas pada suara K420 yang lebih luas sedangkan DTX 501 p lebih fokus. DTX 501 p dijual seharga 600 ribu rupiah, sedangkan K420 dijual seharga 850 ribu rupiah. Lumayan juga selisihnya 250 ribu.
Karena saking bingungnya sempet kepikiran buat beli earphone saja, tapi earphone yang bagus tipenya in-ear semua sedangkan saya gak cocok sama earphone in-ear. Balik lagi deh ke Beyer's DTX 501 p dan AKG K420. Setelah nyobain selama setengah jam lebih dan menimbang-nimbang, terutama masalah dana, akhirnya pilihan jatuh ke Beyerdynamics DTX 501 p!
Baru beberapa kali pemakaian sih, tapi kira-kira plus minus yang didapatkan sampai saat ini sebagai berikut:
Plus:
- Suaranya jernih dan detailnya bagus, cocok buat dengerin lagu rock, pop vokal, lounge, maupun klasik.
- Gampang dilipet dan pas dilipet kabelnya gak nekuk banget kayak PX-100, plus ada case buat bawa.
- Kabelnya lebih tebel, barangnya enteng dan beneran cocok disebut headphone portable.
- Affordable, harganya relatif murah.
Minus:
- Bass gak gitu berdebum-debum, agak ketahan/flat, dan kadang distorsi pas volume tinggi.
- Desain biasa-biasa aja, keliatan agak rapuh.
Kalau suaranya dibandingin sama Senn's PX-100 sih masih bagusan PX-100 dikit, tapi sayangnya udah tidak diproduksi lagi. Bagaimanapun juga DTX 501 p harganya relatif murah dibandingkan dengan produk lain dengan kualitas yang sama, jadi untuk harga sekian dengan kualitas seperti ini ya lumayan lah. Untuk masalah suara pun kalo mau bisa diakali dikit lewat equalizer. So, the final verdict: it's worth it!
Pernah nonton Fight Club, Se7en, atau The Social Network? Nah, film-film tersebut adalah hasil karya seorang sutradara kelahiran Denver, Colorado tahun 1962 bernama David Fincher. Dia adalah sutradara yang terkenal pandai dalam mengadaptasi sebuah cerita yang sudah ada kedalam bentuk film. Hampir semua film karyanya merupakan adaptasi dari novel atau cerita tertulis hasil karya orang lain (bukan hasil tulisannya sendiri).
Fincher memulai karirnya bukan dengan menyutradarai film layar lebar, melainkan menyutradarai iklan TV, video klip musik, dan film dokumenter. Fincher pernah menyutradarai iklan TV untuk produk Nike, Coca-Cola, Pepsi, Levi's, Converse, dan berbagai macam produk terkenal lainnya. Selain itu dia juga pernah menyutradarai video klip musik dari musisi dan penyanyi seperti Madona, Sting, Rolling Stones, Michael Jackson, Aerosmith, George Michael, Justin Timberlake, dan musisi lainnya.
Fun trivia: Fincher menolak ketika ditawari untuk menyutradarai Catch Me If You Can dan Batman Begin. Catch Me If You Can akhirnya disutradarai oleh Spielberg sedangkan Batman Begin digarap oleh Christopher Nolan. Fincher juga sebenarnya telah ditunjuk untuk menyutradarai film Mission: Impossible III pada tahun 2006 namun pada akhirnya mengundurkan diri. Fincher terkenal sebagai sutradara yang "keras" dan sering melakukan banyak pengambilan gambar (berulang-ulang) untuk satu adegan.
1. ALIEN³ (1995)
Film layar lebar pertama yang disutradarai oleh David Fincher adalah Alien³ (1992). Film ini merupakan sequel dari film Alien (1979) yang disutradari oleh Ridley Scott dan Aliens (1986) yang disutradari oleh James Cameron. Dibandingkan dengan kedua film pendahulunya yang begitu sukses dan melegenda, film Alien³ besutan Fincher mendapatkan banyak review buruk dan rating yang kurang memuaskan.
Memorable scene from Alien³
Ternyata ada cerita tersendiri dibalik film Alien³: Fincher terlibat perselisihan dengan 20th Century Fox tentang permasalahan naskah dan anggaran film. Beredar kabar bahwa terjadi perubahan naskah cerita ketika produksi film telah memasuki fase pengambilan gambar. Fincher pun menyalahkan pihak produser yang semena-mena mengganti cerita dan tidak mempercayai dia sepenuhnya sebagai sutradara. Bahkan dalam wawancaranya dengan The Guardian pada tahun 2009 Fincher memberikan pernyataan keras:
"No one hated it more than me; to this day, no one hates it more than me."
~ David Fincher
Belajar dari kejadian ini, Fincher kemudian mempunyai sebuah pemikiran: ketika film sukses maka sutradara akan mendapatkan pujian yang banyak dan bahkan pujian yang berlebihan; ketika film gagal maka sang sutradara juga lah yang akan menerima semua cercaan. Dari pemikiran inilah Fincher berpendapat bahawa dirinya harus memegang kendali penuh atas film yang dibuatnya karena lebih baik mendapat pujian atau cercaan atas hasil karya sendiri dari pada hasil karya yang dikendalikan orang lain.
2. SE7EN (1995)
Film layar lebar karya Fincher kedua lah yang berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu sutradara yang layak diperhitungkan. Film tersebut adalah Se7en. Film yang dibintangi Morgan Freeman, Brad Pitt, Gwyneth Paltrow, dan Kevin Spacey ini bercerita tentang usaha dua orang detektif untuk menangkap seorang pembunuh berdarah dingin yang memilih mangsanya berdasarkan tujuh dosa besar.
WHAT'S IN THE BOX???
Se7en mendapatkan nominasi Oscar untuk kategori best film editing serta menempati posisi #22 di IMDB top 250. Dari film inilah dimulai trade mark alias ciri-ciri film Fincher yang dapat kita lihat di film-film berikutnya; seperti dark tone, low-key lighting, wide shot, serta alur cerita yang agak lambat. Ending film Se7en sempat ditolak dan nyaris diganti oleh pihak New Line Cinema, tapi Brad Pitt membela Fincher dengan mengancam tidak mau terlibat dalam pembuatan film jika ending yang asli (yang akhirnya dipakai) diganti.
3. THE GAME (1997)
The Game Film Poster
Setelah sukses dengan Se7en, Fincher menyutradarai film berjudul The Game pada tahun 1997. Film ini berkisah tentang seorang pengusaha bernama Nicholas Van Orton yang diberi hadiah oleh adiknya berupa role-playing game di dunia nyata. Permainan yang misterius dan membingungkan ini membuat sang pengusaha bertanya-tanya apakah semua ini hanyalah permainan peran ataukah ada agenda tersembunyi dibalik permainan yang terkesan sangat nyata tersebut.
Film yang dibintangi Michael Douglas, Sean Penn, dan Deborah Kara Unger ini secara umum mendapatkan review yang cukup baik. Walaupun di box office U.S. hanya mendapatkan $48 juta, secara keseluruhan film ini berhasil meraih $108 juta dari total penghasilan world wide-nya. Bisa dibilang penghasilan tersebut cukup bagus untuk film dengan budget $50 juta.
4. FIGHT CLUB (1999)
Pada tahun 1999, Fincher menyutradarai Fight Club yang disebut banyak orang sebagai karya terbaik Fincher. Fight Club adalah film adaptasi dari novel karya Chuck Palahniuk, bercerita tentang seorang pegawai kantoran pengidap insomnia yang hidupnya berubah total setelah bertemu dengan seseorang bernama Tyler Durden. Duet Edward Norton dan Brad Pitt di film ini bisa dibilang flawless, chemistry keduanya terbangun sempurna, dan ceritanya mengalir dengan sangat bagus.
Brad Pitt and Ed Norton - Fight Club
Pada awal rilis, Fight Club mendapatkan review yang buruk dan bisa dibilang gagal pada pendapatan box office-nya. Review buruk sebagian besar dikarenakan film tidak sesuai dengan ekspektasi penonton yang mengira Fight Club sebagai film action yang penuh dengan adegan laga, padahal sebenarnya termasuk drama satire. Seiring berjalannya waktu, Fight Club baru mendapatkan apresiasi dari para kritikus baik yang baru saja menonton maupun yang merubah pendapatnya tentang film ini. Fight Club menempati posisi 10 di IMDB top 250 dan sering mengisi daftar 'best movie of the year' dan bahkan 'best movie of all time' dari berbagai media.
5. PANIC ROOM (2002)
Tiga tahun setelah Fight Club, Fincher menyutradarai film Panic Room (2002) yang dianggapnya sebagai 'mainstream thriller'. Banyak yang menyebut film ini 'just another average thriller movie' karena ceritanya yang sederhana dan digarap secara tipikal film thriller. Fincher pun bekomentar dalam DVD-nya bahwa film ini memang dibuat selayaknya 'date movie' atau B-movie yang cukup bagus tentang dua orang yang terjebak di dalam rumahnya sendiri.
Panic Room
Panic Room dibintangi oleh Jodie Foster, Kristen Stewart, Forest Whitaker, dan Jared Letto. Film ini bercerita tentang seorang wanita (Jodie Foster) dan putrinya (Kristen Stewart) yang terjebak di dalam sebuah ruangan di rumahnya sendiri ketika terjadi sebuah perampokan. Pengambilan gambar berlangsung 140 hari. Film dengan budget $48 juta ini mendapatkan pemasukan lebih dari $92 juta di pasaran box office U.S.
6. ZODIAC (2007)
Selang lima tahun absen dari layar lebar, Fincher kembali pada tahun 2007 dengan film berjudul Zodiac. Film berdasarkan kisah nyata perburuan pembunuh berantai yang terkenal dengan nama Zodiac Killer ini menggandeng beberapa nama yang cukup terkenal, sebut saja Jake Gyllenhaal, Mark Ruffalo, dan Robert Downey Jr. Fincher menyebut filmnya ini sebagai karyanya yang menuruti passion (a passion project) dan bukan karya atas dasar tuntutan dari pihak studio/produser.
Zodiac - A David Fincher's Passion Project
Zodiac menjadi salah satu dari tiga film dengan review terbaik sepanjang 2007, dua film lainnya adalah No Country for Old Man dan There Will Be Blood. Ketiga film tersebut merajai daftar 'Top 10 Film of 2007' di berbagai media cetak dan online. Walaupun demikian, Zodiac mendapatkan pemasukan box office yang tergolong rendah. Slow pacing, minim adegan action, dan durasi film yang panjang diduga menjadi faktor kenapa penonton lebih memilih menonton film lain dari pada menonton Zodiac.
7. THE CURIOUS CASE OF BENJAMIN BUTTON (2002)
Film Fincher selanjutnya adalah film adaptasi dari cerita pendek karya penulis novel terkenal F. Scott Fitzgerald yang berjudul The Curious Case of Benjamin Button. Film ini adalah film kolaborasi Fincher dan Brad Pitt yang ketiga. Film yang bercerita tentang seseorang dengan kelainan alur hidup terbalik, dari tua menjadi muda, ini menggandeng beberapa aktor dan aktris ternama, diantaranya Cate Blanchett, Tilda Swinton, dan Jason Flemyng.
The Curious Case of Benjamin Button. mendapatkan 13 nominasi Oscar dan lima nominasi Golden Globe, namun dari total delapan belas nominasi tersebut akhirnya hanya berhasil memenangkan tiga piala Oscar: kategori art direction, make up, dan visual effect. Sangatlah pantas untuk film ini memenangkan ketiga penghargaan tersebut mengingat budget 150 juta dollar sebagian besar dihabiskan untuk keperluan make up dan visual effect.
8. THE SOCIAL NETWORK (2010)
Tahun 2010 bisa dibilang sebagai masa kejayaan Fincher. Filmnya yang berjudul The Social Network berhasil memenangkan tiga piala Oscar dan tiga piala Golden Globe. Tidak hanya itu, film The Social Network merupakan salah satu film tahun 2010 yang mendapatkan banyak review positif dan bahkan menjadi film tahun 2010 dengan rating rata-rata tertinggi. Film ini mendapatkan rating 95/100 dari situs metacritic.com yang merata-rata dari total 42 kritikus.
Awards, awards, awards!
Film yang dibintangi Jesse Eisenberg, Andrew Garfield, dan Justin Timberlake ini diadaptasi dari buku Ben Mezrich berjudul The Accidential Billionaires. Bercerita tentang berdirinya Facebook dan cerita bagaimana Mark Zuckeberg mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul terutama dalam hal permasalahan legalitas yang datang dari partner-partner bisnisnya.
Apa sih yang membuat film ini mendapatkan banyak review positif dan digemari banyak penikmat film? Faktor utamanya adalah ceritanya yang mengalir dengan sangat baik dan jauh dari kesan datar, tentu saja ada nilai plus terkait Facebook, perusahaan IT bidang social networking terbesar saat ini, sebagai inti ceritanya. Tidak heran jika film ini memenangkan Oscar untuk kategori best writingadapted screenplay. Selain ceritanya, pengambilan gambar; penyutradaraan; akting; soundtrack; hingga editing dari film ini pun bisa dibilang semuanya sangat wah sehingga terciptalah film dengan ramuan yang pas untuk sebuah film berkualitas tinggi.
9. THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO (2011)
Rooney Mara in David Fincher's The Girl With The Dragon Tattoo
Selang satu tahun dari The Social Network, Fincher merilis film terbarunya berjudul The Girl With The Dragon Tattoo (TGWTDT). Walaupun banyak yang menganggap bahwa film ini remake dari versi Swedia, tapi Fincher mengklaim bahwa film ini bukanlah remake dari film versi Swedianya melainkan adaptasi langsung dari novel karya Stieg Larsson.
Film TGWTDT bercerita tentang seorang jurnalis bernama Mikael Blomkvist (Daniel Craig) yang disewa oleh seorang pengusaha kaya untuk menelusuri hilangnya seorang gadis secara misterius. Dalam usaha pencarian tersebut Blomkvist meminta bantuan pada seorang hacker bernama Lisbeth Salander yang diperankan oleh Rooney Mara. Film ini mendapatkan empat nominasi Oscar dan dua nominasi Golden Globe, namun akhirnya hanya memenangkan satu piala Oscar untuk kategori best editing.
10. House of Cards dan Gone Girl
Selesai dengan The Girl With The Dragon Tattoo, Fincher menjajah layar kaca dengan menggarap serial televisi berjudul House of Cards. Serial yang merupakan remake dari serial BBC tahun 1990 ini diproduseri oleh David Fincher dan dua episode awal disutradarai olehnya sendiri. Serial televisi ini mendapatkan banyak pujian dan mendapatkan sembilan nominasi Primetime Emmy. Fincher memenangkan Primetime Emmy untuk kategori Outstanding Direction for a Drama Series.
It's all about politic!
Bulan Oktober 2014 Fincher akan mengeluarkan film layar lebarnya yang kesepuluh berjudul Gone Girl, sebuah film adaptasi novel karya Gillian Flynn dengan judul yang sama. Ben Affleck yang berperan sebagai tokoh utama di film ini ternyata mengagumi kemampuan Fincher sebagai seorang sutradara. Ben Affleck rela menunda kegiatannya menyutradari film demi bekerja sama dengan Fincher. Dalam sebuah wawancara Ben Affleck berkomentar tentang Fincher:
"He's the only director I've met who can do everybody else's job better than they could," ~ Ben Affleck on David Fincher
Menurut berita yang beredar, Gillian Flynn sebagai penulis novel sekaligus penulis naskah cerita mengganti ending di film agar mereka yang belum membaca novelnya tidak terkena bocoran cerita dan mereka yang telah membaca novelnya tetap dapat bertanya-tanya dan menikmati filmnya hingga akhir cerita.
Demikian ulasan singkat sembilan film David Fincher, plus satu TV series, dan preview dari film kesepuluhnya yang akan rilis bulan Oktober tahun 2014 ini. Sebagai penutup, silakan tonton video 'mash up' dari sembilan film karya David Fincher di bawah ini. Happy watching and thanks for reading!
Guess what? I just deactivated my Facebook account.
No sensitive reason to this. I just don't think I need a Facebook account anymore.
I used to feel like I missed something when I didn't check my Facebook account regularly, and that feeling was bothering me. Was I addicted? Maybe. But if I was, then it's the right decision to deactivate my account. Plus I need to focus on my thesis.
Usually when I checked my Facebook timeline, I found one or two interesting and useful things. But that's it. Everything else was just personal stuff (some you don't even need to know), complaints, rants, jokes, interesting-but-useless kind of facts, wise words from you-don't-even-know-who, people showing off, etc. They, the people on Facebook, don't even "be themselves" sometimes.
What if I told you that Facebook don't really connect us? With Facebook you can talk to someone you know (or even someone you don't), befriend someone who you (don't really) know in real life, comment on their status or photos, send a message to people even if they don't know you, but then what? Is that connection, that relationship, real? Are they really your friends? Will they help you if you are in a trouble or need help? Are they really that significant in your life?
In short, I think Facebook gives us a false sense of connection.
A false sense of connection? I don't need it. I don't want it.
For most social interactions, online is not a substitute for offline. So let's sit down and talk about things - face to face. Drink a cup of coffee or tea with friends, eat delicious foods together, talking about ideas, movies, books, how other friends or family doing, or whatever things that connect us as friends. Let's take a group photo and keep that photo just for us, the ones that really care. Sounds good, right?
[Update] Watch this video I found on Youtube: Look Up.
Now the only Internet's social media I'm still using is Twitter. Oh, and this blog. I prefer more private and secure(?) means of communication. Email, text messages, and phone call are more than enough for me. Group chat/discussion? I prefer Whatsapp or something like that. I don't have the needs to share my photos, so I could easily pass on photo sharing apps like Instagram.
If I have interesting photos; stories; or any kind of ideas, this blog will be my main media to share it. You want it? You need it? Just read it here.
Well I might activate my Facebook account again sometime in the future, but for now...
Goodbye, Facebook! :)
PS: Stop stalking, it could destroy your self esteem.
Note: I reactivated my Facebook account on July 2014 to gather some contacts that I only have on Facebook. I plan on re-deactivate it after Idul Fitri (August 2014).
Update: (January 7th, 2016) I reactivate my Facebook and now an active user. Wanna know the reason? I'll write about that later if I have the time, Insyaa Allah.
So, new year is a-comin'. People usually make new year resolutions, projections, wishes, or something like that; for example: exercise at least three times a week, eat more healthy foods, do more work, less whining and complaining, etc, etc. Most of it don't last long though, because people tend to break a new planned habit. Look at this interesting infographic below, taken from The University of Scranton: Journal of Clinical Psychology:
Recently I've been studying about replacing an old habit and creating a new one. It's so interesting and I wanna write about it, but I myself still couldn't implement it. Yeah that's the thing, I'm more of a theoretical than a practical guy. So, instead of writing about resolution, habit, and stuff like that (maybe I'll write about those topics later), I wanna write about random things that I know so far, up until the end of 2013. Not so random really, more like a mash up of things that come to my mind. Anyway, here I go:
1. Everyone should learn to write
It's important to learn how to write and to be a good writer. Back in high school, whenever I got a writing assignment I always had a problem about what to write. I knew that it would be a problem later on, but I didn't know what kind of problem would emerge from being unable to write...until recently. Most of the time, writing is about communicating an idea. It is just as important as speaking. If you can't write, you can't share your ideas and that means your ideas will become worthless. Scary isn't it?
2. Control your emotion
It's not cool to lose your cool. You have to control your emotions and never let emotions control you. Being able to control your emotion doesn't mean you have to 'bury' all your emotions, you just have to know what is the motive behind your emotions and when is the right time to express it (or don't express it at all if it's destructive). You also have to be able to alter and control your mood. People tend to lose control and could not think clearly when they let emotions control them. Don't let that happen to you. Know yourself better, take control.
3. Always do your best
Whenever you do something, make sure you do it 100%. If you can't do it with your 100%, don't do it, but if you have to do it anyway you have to give your best. Also, you have to enjoy what you do, even if you hate it. If you do things that way, it's more likely for you to succeed and less likely for you to regret the things you do.
4. Value your time
Yes, value your time. Don't waste your time gossiping, idling on the internet, and doing other stuff like that. Do useful things, learn new things, go travelling somewhere new, see the world through a different perspective, and do what you have to ASAP. Do you know what's my biggest enemy this time around? Procrastination. This bad habit screwed my life over and over in the past five years. I missed my opportunities and chances, and hate myself whenever I procrastinate. I learned this the hard way, so trust me: value your time, don't be late (it's better to be early than late), and don't procrastinate. You've been warned!
5. Focus
Have you seen Fight Club? That's one of my favorite film. There's this quote from the film: "No fear, no distractions, the ability to let that which doesn't matter truly slide." Yes, that's quite simple but a powerful concept. We have to live our life to the fullest: don't be afraid, don't be distracted, pursue your dream. Go!
6. Stay Positive
Cliche? Yep, but it really is a good advice. A fundamental principle to live your life. Positive mental attitude is what you need if you want to succeed. You can read about it in almost every self-help book, and one of the most notable book about positive thinking and positive being is The Secret by Rhonda Byrne. My advice: be careful about what you think, because your thoughts run your life and there's a high probability that your thoughts will come true. Think positive!
7. Keep Your Problem to Yourself
This funny yet true quote is all I need to explain this point: 'Never tell your problems to anyone, 20% don't care and the other 80% are glad you have them.' Well, that may not be 100% true but yes, you should stop your rant, be it offline or online via Twitter, Facebook, and other social media. Keep your problems to yourself, those who really care will know eventually and help you wholeheartedly.
So, that's it. This is an epilogue to 2013. If you think it's too late for you to do something to make your life better, it is not. Even if it is, it's OK, just do it. It's better late than never anyway. It's too soon to give up, so wake up and go catch your dream. Fight! See you next year!
First post! Terinspirasi dari pemikiran sendiri tentang susahnya (atau karena belum terbiasa jadinya susah?) menuangkan suatu ide kedalam bentuk tulisan, maka saya mulai membuat blog baru. Dulu pernah sih punya blog, tapi akhirnya tidak sukses dalam artian bosan untuk mengurusnya. Blog terbaru ini saya harap dapat menampung segala ide yang terlintas dalam benak saya, entah itu berbentuk cerita peristiwa, pemikiran, ilmu, atau apapun. Semoga isi dari blog ini bermanfaat buat saya sendiri khususnya dan semua pengunjung blog pada umumnya. Yeah, here we go again: Let's do this!
NB: Sepertinya pemakaian bahasa bakalan campur aduk, kalo ada salah-salah grammar boleh deh dikoreksi. No hard feelings kok. :D